kota tidak kecil

Monday, August 28, 2006

TULANG RUSUK-KU (yang lain) DIMANA YAH

TULANG RUSUK-KU (yang lain) DIMANA YAH???


Wanita diciptakan dari salah satu tulang rusuk pria … Kenapa harus tulang rusuk?? Kenapa tidak tulang kaki ? Atau dari bagian atas .. kepala ato rambut mungkin ??? Mungkin ini juga dapat memberikan pengertian kepada kita bahwa seorang wanita itu adalah makhluk yg sejajar mulianya dengan para pria, tidak lebih rendah ( makanya tidak dari tulang kaki ) namun juga tidak lebih tinggi ( makanya tidak dari kepala ato rambut ) namun dari tulang rusuk yg mengartikan bahwa pria dan wanita adalah makhluk yg sejajar dan berdampingan letaknya. Berhubung diciptakannya dari salah satu tulang rusuk, maka ini dapat juga menjelaskan mengapa secara fisik pria lebih kuat daripada wanita. Namun dalam sebuah keluarga , pria tetap sebagai seorang pemimpin dan ini juga yang kuyakini dalam ajaran agama yang kuanut, dan teteeeep….sampe saat ini aku belum menemukan pasangan tulang rusukku yg lain itu… he..he.. .. Where are youuuuuuu???

Dan ngomong2 tentang pria dan wanita nih aku jadi mau berbagi sebuah artikel yg menurutku sangat baik dan bermanfaat untuk kita baca, pelajari dan pahami, pasti yang cewek cewek banyak yang pada setuju deh. Nih dia ====è

Alhamdulillah tanpa disengaja, saya menemukan artikel bagus dan ilmiah, yang ditulis oleh seorang Alumnus Fakultas Syariah Universitas Damaskus, Suriah. Beliau mengupas legalitas poligami dari perspektif sebagian tafsir-tafsir tersebut. Maka tentu saja saya jadi berkeinginan men-share nya disini. Selamat membaca dan mengarifi isinya!


Benarkah Poligami Sunnah???
oleh : Faqihuddin Abdul Kodir


UNGKAPAN "poligami itu sunah" sering digunakan sebagai pembenaran poligami. Namun, berlindung pada pernyataan itu, sebenarnya bentuk lain dari pengalihan tanggung jawab atas tuntutan untuk berlaku adil karena pada kenyataannya, sebagaimana ditegaskan Al Quran, berlaku adil sangat sulit dilakukan (An-Nisa: 129).

DALIL "poligami adalah sunah" biasanya diajukan karena sandaran kepada teks ayat Al Quran (QS An-Nisa, 4: 2-3) lebih mudah dipatahkan. Satu-satunya ayat yang berbicara tentang poligami sebenarnya tidak mengungkapkan hal itu pada konteks memotivasi, apalagi mengapresiasi poligami. Ayat ini meletakkan poligami pada konteks perlindungan terhadap yatim piatu dan janda korban perang.

Dari kedua ayat itu, beberapa ulama kontemporer, seperti Syekh Muhammad Abduh, Syekh Rashid Ridha, dan Syekh Muhammad al-Madan-ketiganya ulama terkemuka Azhar Mesir-lebih memilih memperketat.

Lebih jauh Abduh menyatakan, poligami adalah penyimpangan dari relasi perkawinan yang wajar dan hanya dibenarkan secara syari dalam keadaan darurat sosial, seperti perang, dengan syarat tidak menimbulkan kerusakan dan kezaliman (Tafsir al-Manar, 4/287).

Anehnya, ayat tersebut bagi kalangan yang pro poligami dipelintir menjadi "hak penuh" laki-laki untuk berpoligami. Dalih mereka, perbuatan itu untuk mengikuti sunah Nabi Muhammad SAW.
Menjadi menggelikan ketika praktik poligami bahkan dipakai sebagai tolok ukur keislaman seseorang: semakin aktif berpoligami dianggap semakin baik poisisi keagamaannya. Atau, semakin bersabar seorang istri menerima permaduan, semakin baik kualitas imannya. Slogan-slogan yang sering dimunculkan misalnya, "poligami membawa berkah", atau "poligami itu indah", dan yang lebih populer adalah "poligami itu sunah".

Dalam definisi fikih, sunah berarti tindakan yang baik untuk dilakukan. Umumnya mengacu kepada perilaku Nabi. Namun, amalan poligami, yang dinisbatkan kepada Nabi, ini jelas sangat distorsif. Alasannya, jika memang dianggap sunah, mengapa Nabi tidak melakukannya sejak pertama kali berumah tangga?

Nyatanya, sepanjang hayatnya, Nabi lebih lama ber-monogami daripada berpoligami. Bayangkan, monogami dilakukan Nabi di tengah masyarakat yang menganggap poligami adalah lumrah. Rumah tangga Nabi SAW bersama istri tunggalnya, Khadijah binti Khuwalid RA, berlangsung selama 28 tahun. Baru kemudian, dua tahun sepeninggal Khadijah, Nabi berpoligami. Itu pun dijalani hanya sekitar delapan tahun dari sisa hidup beliau. Dari kalkulasi ini, sebenarnya tidak beralasan pernyataan "poligami itu sunah".

Sunah, seperti yang didefinisikan Imam Syafii (w. 204 H), adalah penerapan Nabi SAW terhadap wahyu yang diturunkan. Pada kasus poligami Nabi sedang mengejawantahkan Ayat An-Nisa 2-3 mengenai perlindungan terhadap janda mati dan anak-anak yatim. Dengan menelusuri kitab Jami’ al-Ushul (kompilasi dari enam kitab hadis ternama) karya Imam Ibn al-Atsir (544-606H), kita dapat menemukan bukti bahwa poligami Nabi adalah media untuk menyelesaikan persoalan sosial saat itu, ketika lembaga sosial yang ada belum cukup kukuh untuk solusi.

Bukti bahwa perkawinan Nabi untuk penyelesaian problem sosial bisa dilihat pada teks-teks hadis yang membicarakan perkawinan-perkawinan Nabi. Kebanyakan dari mereka adalah janda mati, kecuali Aisyah binti Abu Bakr RA.

Selain itu, sebagai rekaman sejarah jurisprudensi Islam, ungkapan "poligami itu sunah" juga merupakan reduksi yang sangat besar. Nikah saja, menurut fikih, memiliki berbagai predikat hukum, tergantung kondisi calon suami, calon istri, atau kondisi masyarakatnya. Nikah bisa wajib, sunah, mubah (boleh), atau sekadar diizinkan. Bahkan, Imam al-Alusi dalam tafsirnya, Rûh al-Ma’âni, menyatakan, nikah bisa diharamkan ketika calon suami tahu dirinya tidak akan bisa memenuhi hak-hak istri, apalagi sampai menyakiti dan mencelakakannya. Demikian halnya dengan poligami. Karena itu, Muhammad Abduh dengan melihat kondisi Mesir saat itu, lebih memilih mengharamkan poligami.

Nabi dan larangan poligami

Dalam kitab Ibn al-Atsir, poligami yang dilakukan Nabi adalah upaya transformasi sosial (lihat pada Jami al-Ushûl, juz XII, 108-179). Mekanisme poligami yang diterapkan Nabi merupakan strategi untuk meningkatkan kedudukan perempuan dalam tradisi feodal Arab pada abad ke-7 Masehi. Saat itu, nilai sosial seorang perempuan dan janda sedemikian rendah sehingga seorang laki-laki dapat beristri sebanyak mereka suka.

Sebaliknya, yang dilakukan Nabi adalah membatasi praktik poligami, mengkritik perilaku sewenang-wenang, dan menegaskan keharusan berlaku adil dalam berpoligami.

Ketika Nabi melihat sebagian sahabat telah mengawini delapan sampai sepuluh perempuan, mereka diminta menceraikan dan menyisakan hanya empat. Itulah yang dilakukan Nabi kepada Ghilan bin Salamah ats-Tsaqafi RA, Wahb al-Asadi, dan Qais bin al-Harits. Dan, inilah pernyataan eksplisit dalam pembatasan terhadap kebiasan poligami yang awalnya tanpa batas sama sekali.

Pada banyak kesempatan, Nabi justru lebih banyak menekankan prinsip keadilan berpoligami. Dalam sebuah ungkapan dinyatakan: "Barang siapa yang mengawini dua perempuan, sedangkan ia tidak bisa berbuat adil kepada keduanya, pada hari akhirat nanti separuh tubuhnya akan lepas dan terputus" (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 168, nomor hadis: 9049). Bahkan, dalam berbagai kesempatan, Nabi SAW menekankan pentingnya bersikap sabar dan menjaga perasaan istri.

Teks-teks hadis poligami sebenarnya mengarah kepada kritik, pelurusan, dan pengembalian pada prinsip keadilan. Dari sudut ini, pernyataan "poligami itu sunah" sangat bertentangan dengan apa yang disampaikan Nabi. Apalagi dengan melihat pernyataan dan sikap Nabi yang sangat tegas menolak poligami Ali bin Abi Thalib RA. Anehnya, teks hadis ini jarang dimunculkan kalangan propoligami. Padahal, teks ini diriwayatkan para ulama hadis terkemuka: Bukhari, Muslim, Turmudzi, dan Ibn Majah.

Nabi SAW marah besar ketika mendengar putri beliau, Fathimah binti Muhammad SAW, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib RA. Ketika mendengar rencana itu, Nabi pun langsung masuk ke masjid dan naik mimbar, lalu berseru: "Beberapa keluarga Bani Hasyim bin al-Mughirah meminta izin kepadaku untuk mengawinkan putri mereka dengan Ali bin Abi Thalib. Ketahuilah, aku tidak akan mengizinkan, sekali lagi tidak akan mengizinkan. Sungguh tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib menceraikan putriku, kupersilakan mengawini putri mereka. Ketahuilah, putriku itu bagian dariku; apa yang mengganggu perasaannya adalah menggangguku juga, apa yang menyakiti hatinya adalah menyakiti hatiku juga." (Jâmi’ al-Ushûl, juz XII, 162, nomor hadis: 9026).

Sama dengan Nabi yang berbicara tentang Fathimah, hampir setiap orangtua tidak akan rela jika putrinya dimadu. Seperti dikatakan Nabi, poligami akan menyakiti hati perempuan, dan juga menyakiti hati orangtuanya.

Jika pernyataan Nabi ini dijadikan dasar, maka bisa dipastikan yang sunah justru adalah tidak mempraktikkan poligami karena itu yang tidak dikehendaki Nabi. Dan, Ali bin Abi Thalib RA sendiri tetap bermonogami sampai Fathimah RA wafat.
***

"Poligami tak butuh dukungan teks"

Sebenarnya, praktik poligami bukanlah persoalan teks, berkah, apalagi sunah, melainkan persoalan budaya. Dalam pemahaman budaya, praktik poligami dapat dilihat dari tingkatan sosial yang berbeda.

Bagi kalangan miskin atau petani dalam tradisi agraris, poligami dianggap sebagai strategi pertahanan hidup untuk penghematan pengelolaan sumber daya. Tanpa susah payah, lewat poligami akan diperoleh tenaga kerja ganda tanpa upah. Kultur ini dibawa migrasi ke kota meskipun stuktur masyarakat telah berubah. Sementara untuk kalangan priayi, poligami tak lain dari bentuk pembendamatian perempuan. Ia disepadankan dengan harta dan takhta yang berguna untuk mendukung penyempurnaan derajat sosial lelaki.

Dari cara pandang budaya memang menjadi jelas bahwa poligami merupakan proses dehumanisasi perempuan. Mengambil pandangan ahli pendidikan Freire, dehumanisasi dalam konteks poligami terlihat mana kala perempuan yang dipoligami mengalami self-depreciation. Mereka membenarkan, bahkan bersetuju dengan tindakan poligami meskipun mengalami penderitaan lahir batin luar biasa. Tak sedikit di antara mereka yang menganggap penderitaan itu adalah pengorbanan yang sudah sepatutnya dijalani, atau poligami itu terjadi karena kesalahannya sendiri.

Dalam kerangka demografi, para pelaku poligami kerap mengemukakan argumen statistik. Bahwa apa yang mereka lakukan hanyalah kerja bakti untuk menutupi kesenjangan jumlah penduduk yang tidak seimbang antara lelaki dan perempuan. Tentu saja argumen ini malah menjadi bahan tertawaan. Sebab, secara statistik, meskipun jumlah perempuan sedikit lebih tinggi, namun itu hanya terjadi pada usia di atas 65 tahun atau di bawah 20 tahun. Bahkan, di dalam kelompok umur 25-29 tahun, 30-34 tahun, dan 45-49 tahun jumlah lelaki lebih tinggi. (Sensus DKI dan Nasional tahun 2000; terima kasih kepada lembaga penelitian IHS yang telah memasok data ini).

Namun, jika argumen agama akan digunakan, maka sebagaimana prinsip yang dikandung dari teks-teks keagamaan itu, dasar poligami seharusnya dilihat sebagai jalan darurat. Dalam kaidah fikih, kedaruratan memang diperkenankan. Ini sama halnya dengan memakan bangkai; suatu tindakan yang dibenarkan manakala tidak ada yang lain yang bisa dimakan kecuali bangkai.

Dalam karakter fikih Islam, sebenarnya pilihan monogami atau poligami dianggap persoalan parsial. Predikat hukumnya akan mengikuti kondisi ruang dan waktu. Perilaku Nabi sendiri menunjukkan betapa persoalan ini bisa berbeda dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lain. Karena itu, pilihan monogami-poligami bukanlah sesuatu yang prinsip. Yang prinsip adalah keharusan untuk selalu merujuk pada prinsip-prinsip dasar syariah, yaitu keadilan, membawa kemaslahatan dan tidak mendatangkan mudarat atau kerusakan (mafsadah).

Dan, manakala diterapkan, maka untuk mengidentifikasi nilai-nilai prinsipal dalam kaitannya dengan praktik poligami ini, semestinya perempuan diletakkan sebagai subyek penentu keadilan. Ini prinsip karena merekalah yang secara langsung menerima akibat poligami. Dan, untuk pengujian nilai-nilai ini haruslah dilakukan secara empiris, interdisipliner, dan obyektif dengan melihat efek poligami dalam realitas sosial masyarakat.

Dan, ketika ukuran itu diterapkan, sebagaimaan disaksikan Muhammad Abduh, ternyata yang terjadi lebih banyak menghasilkan keburukan daripada kebaikan. Karena itulah Abduh kemudian meminta pelarangan poligami.

Dalam konteks ini, Abduh menyitir teks hadis Nabi SAW: "Tidak dibenarkan segala bentuk kerusakan (dharar) terhadap diri atau orang lain." (Jâmi’a al-Ushûl, VII, 412, nomor hadis: 4926). Ungkapan ini tentu lebih prinsip dari pernyataan "poligami itu sunah".!


Faqihuddin Abdul Kodir Dosen STAIN Cirebon dan peneliti Fahmina Institute Cirebon, Alumnus Fakultas Syariah Universitas Damaskus, Suriah

Tujuh Belas Agustus-an

Perayaan Tujuh Belasan

Kalo ngomong HUT RI pasti ingatan ku langsung ke lomba lombaan-nya deh. Waktu masih zaman SD pagi pagi so pasti ke sekolahan dulu untuk ngikutin upacara, abis itu mulai deh dimulai bermacam ragam lomba, ada makan kerupuk, balap karung, tarik tambang, ada gundu yg ditaruh dalam sendok trus dibawa pake mulut sampe garis finish, ada juga tuh lomba sepeda hias. Sepeda Mini-ku dihiasin pake kertas warna warni trus ikut karnaval keliling kota tapi nggak pernah menang sih ( kurang heboh kale yaaa hiasannya ). Nggak hanya di sekolah tapi aku dan keluarga juga sering bikin lomba lombaan sendiri di rumah uwak-ku, seruuuuu……….
Kalo zaman SMA perlombaan lebih beragam lagi dengan adanya lomba vocal group, dance en busana, ada lagi lomba pidato dll. Tarik tambang malah punya cerita lucu soalnya waktu itu kelas aku final ama kakak kelas en kita kalah trus pake nangis2 segala …… soalnya mereka curang tanahnya udah dilobang lobangin buat nahan kaki sementara kita nggak, jadi kan lebih licin dan gampang meluncur kakinya.
Kalo adikku Nisa setiap Tujuh Belasan udah pasti sibuk dengan Marching Band-nya di Lapangan Haji Adam Malik Siantar trus pawai keliling. Dan aku kebagian bangun pagi buat dandanin dia. Sebenarnya sebelum Nisa, aku juga punya temen namanya Juli ( kakak kelasnya Nisa ) dan dia juga anggota Marching Band SMA Sultan Agung.. nah dia ini juga dulu kalo lagi mo tampil pasti deh malamnya udah wanta wanti ke aku minta didandanin besok paginya.

Tapi anehnya adikku yg namanya Nisa itu yah…… dia tuh paling nggak mau kalo orang rumah ngeliatin aksinya di Marching Band, malu katanya
(hemmm.. manusia yg aneh, gua aja kepengen, apalagi liat sepatu boot-nya…uuuhh keren ) tapi kita sih cuek aja tetap datang segerombolan buat ngeliatin aksinya apalagi Emakku sibuk dengan photo photonya..he..he rasain loh…!!!

Kalo udah kerja kayak sekarang ini sih nggak begitu berasa lagi aroma HUT-nya soalnya kalo`pun ada upacara tapi rata2 karyawan udah malas datangnya apalagi yg dicabang kayak aku nih..Nggak tau deh kalo yg di kantor pusat karena emang upacaranya cuma diadakan di kantor pusat. Lomba lomba juga ada tapi nggak begitu seru paling lomba sepak bola, catur,tennis meja, badminton itupun paling karyawan cowok2-nya aja,emang di kantor juga mayoritas cowok sih, nggak ada tuh lomba yg lucu2-an kayak balap karung en makan kerupuk.
Mau liat yg seru2 ada tuh disepanjang KaliMalang, jalanan yg aku lewatin tiap hari pulang pergi kerja….. Nah disini bermacam acara lomba diselenggarakan dari tahun ke tahun makin meriah aja, malah udah 3 tahun belakangan ini makin meriah karena udah disponsorin ama salah satu perusahaan rokok terkenal. Ada panjat pinang diatas kali, nangkap bebek yg disebar di kali, trus gebuk gebukan bantal diatas kali, panggungnya apalagi… segede gede GABAN trus ngedatangin artis dangdut ( tetep… namanya juga pesta rakyat) yg lumayan udah punya nama.
Selamat HUT RI yg ke 61, semoga Negara kita makin makmur , aman dan rakyatnya sejahtera yah…..

Tuesday, August 08, 2006

Kucing koq di syirikin



Akhir akhir ini aku tuh suka syirik ama kucing kucing yang banyak disepanjang jalan dekat kost-an ku, kayaknya tiap rumah punya kucing kali ya....
Mereka tuh dengan santainya selonjoran tidur sementara aku dengan tergesa gesa tiap pagi berangkat kerja, eh aku pulang kerja mereka tanpa rasa bersalah masih sedang selonjoran bobo lagiiiiiiiiii.... malah ada yg sedang dielus elus pemiliknya. Dalam hati nih: "Enak banget yah hidup lo, tinggal makan tidur doang, disayang sayang lagi, sementara gua berangkat pagi pulang sore mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian.. he..he.
Maka aku dengan syiriknya nge-gangguin ketenangan mereka,semua kucing sepanjang jalan yg kutemuin baik yg lagi tidur atau sedang jalan atau sedang bengong semuanya aku jahilin, sambil jalan aku senggol aja dengan tas kerjaku sembari ngomong: "BANGUN...molor mulu sana kerja"(tapi pelan2 sih ngomong-nya takut dikira orang gila.)Langsung deh tuh kucing bangun dan lari terbirit birit..he..hee.. aku langsung senyam senyum geli sendiri, puas gitu......

Emang sih sebenarnya aku juga penyayang kucing, kucing adalah binatang kesayanganku, aku suka gemes sendiri ngeliatain tampang mereka, gemes ama manjanya, belum kalo lapar kaki suka digesek gesekin ama lehernya sambil "meoong ... meong....".
Tapi kalo dipikir pikir lagi.?$#@^*???.......
hiiii kucing kan makan tikus, enakan jadi manusia aja deh.....
Manusia kan makhluk termulia di atas bumi
...maaf ya meong...... udah syirik ama lo...

Monday, August 07, 2006

tentang AYAH

Ayah.... aku panggil Dia.

Sosoknya suka bikin ciut temen2-ku yg pada maen kerumah. Padahal mereka nggak tau aja kalo Ayahku tuh orangnya penyayang banget, humoris en cenderung manja. Tapi kalo yg udah sering maen en ngobrol seh udah pada tau kalo Ayahku tuh kocak juga. Belum lagi kalo di photo wuih........ gaya abeeees....... jadi kalo temen-ku bilang aku "banci photo" jangan salahkan daku,ini sudah gen turunan lah yaw.....he...he..

Jadi teringat, kalo manggil aku dan adikku Nisa panggilan sayangnya "Nang" singkatan dari Inang yg artinya Emak (dalam bahasa Batak).

Paling marah besar kalo nilai Rapor bidang OlahRaga dibawah 7, karena menurut Dia (sebagai jagonya Olahraga waktu sekolah) itu harus menurun ke anak2-nya.

Acara Favourite-nya Dunia Dalam Berita. Jangan coba2 rayu ganti channel nggak bakalan bisa...

Suka sekali bertanya pada kita waktu masih pada kecil2 :
"Sayang mana, Ayah atau Emak?????" Lalu kita serentak menjawab "AYAAAAAHHHHH"...
dan Dia tertawa terkekeh kekeh sambil ngelirik2 Emak aku yg lagi dongkol.

Suka mengucapkan "Selamat malam anakku"....lalu kita menjawab dengan "Selamat malam Ayahku yang jago"....he..he beneran emang Dia yg nyuruh kita bilang begitu, harus ada "jago"-nya.

Yang suka merelakan mukanya untuk aku dandanin saat aku ingin maen salon-salonan, sampai Dia ketiduran.Eh ternyata ada tamu dan dia lupa kalo mukanya udah aku sulap pake lipstick, bedak, blush on, eye shadow, trus nemuin tamunya.Akhirnya tuh tamu yg ternyata temen kantornya ngakak ngeliat wajah Ayahku yg kayak pelangi warna warni.Dan terkenallah namaku diantara teman2nya.

Atau berpura pura menjadi pembeli saat aku maen warung warungan. Pura pura makan nasi goreng yg terbuat dari pasir.

Juga merelakan telinganya untuk mendengarkan suara cemperengku menyanyikan koleksi lagu terbaru yg aku tau dari Aneka Ria Safari (siaran TVRI), lalu Dia juga mau berpura pura jadi Edy Sud si pembawa acaranya....hi..hi.. aku yg minta biar kayak beneran artis Aneka Ria Safari, trus gantian deh aku nyanyi ama Nisa, ntar begitu selesai nyanyi Dia juga tepuk tangan seheboh-hebohnya sambil bersuit-suit pula......ha...ha... bener2 lucu saat saat itu . Sampai sampai Dia pernah ngerekam suaraku dan suaranya pake tape Recorder nyanyiin lagunya Chica Koeswoyo, " Aku punya anjing kecil ..kuberi nama Heli" trus Dia bagian yg bilang "Gung..gung..gung" Ini lagu anak2 populer banget zaman itu.

Paling marah kalo udah azan maghrib tapi belum pada ngumpul diruang TV untuk sholat Maghrib berjamaah. Apalagi ada teman yg manggil manggil saat maghrib .......

Yang merelakan tangannya memarut kunyit hingga kuning kuning dan terluka saat membuatkanku air perasan kunyit untuk diminum sebagai obat luka lambungku yg perih.

Dan masih banyak lagi kenangan indah yang bisa kuingat dan terekam dikepalaku, yang nggak bakalan cukup buat dijabarkan disini tentang sosok AYAH.
AYAH yang sudah berpulang ke rahmatullah hampir 10 tahun yang lalu.
AYAH yang meninggalkan banyak sekali kenangan manis,sedih,senang buat kami anak2-nya. AYAH yang meninggalkan kami dengan nasehat nasehat-nya yang lebih berharga daripada warisan. Nasehat nasehat yg selalu membimbing kami dalam melangkah....

Kami sayang AYAH.......dan semoga AYAH selalu tersenyum menatap kami dari sana. Semoga Allah menerima amal ibadah,mengampuni dosa dan memberikan surga-NYA untuk AYAH. Amiiiienn....

Lagu ini buat AYAH, lagu yg sangat aku suka dari Luther Vandross judulnya "Dance with my Father" :


Artist : Luther Vandross

Song : Dance With My Father


Back when I was a child,
before life removed all the innocence
My father would lift me high
and dance with my mother and me and then
Spin me around 'til I fell asleep
Then up the stairs he would carry me
And I knew for sure I was loved

****
If I could get another chance, another walk, another dance with him
I'd play a song that would never, ever end
How I'd love, love, love
To dance with my father again..........********

When I and my mother would disagree
To get my way, I would run from her to him
He'd make me laugh just to comfort me
Then finally make me do just what my mama said
Later that night when I was asleep
He left a dollar under my sheet
Never dreamed that he would be gone from me

****
If I could steal one final glance, one final step, one final dance with him
I'd play a song that would never, ever end
'Cause I'd love, love, love
To dance with my father again.......******


Sometimes I'd listen outside her door
And I'd hear how my mother cried for him
I pray for her even more than me
I pray for her even more than me


I know I'm praying for much too much
But could you send back the only man she loved
I know you don't do it usually
But dear Lord she's dying
To dance with my father again

Every night I fall asleep and this is all I ever dream

Friday, August 04, 2006

Olah Raga Dong


Akhir akhir ini koq badan rasanya lemes mulu,ngantuk, cepat capek,kayaknya aku bener2 udah perlu olah raga nih, jogging kali yah buat bakar kalori.
Kapan terakhir kali aku lari pagi atau olah raga yah?...emmmm...coba kuingat ingat......... ?????#&^%*$$$???>>>~~~ZZZ~~~~ZZZZ~~~........

Liat foto ini aku jadi teringat setahun yg lalu saat aku,Nisa dan Mba Eny lari pagi.Larinya nggak seberapa malah berfoto foto ria, padahal belum mandi juga tuh dari rumah..he..he.. tapi tetep maniez khan ?.........Oh.My God...berarti udah setahun yg lalu terakhir kali aku melakukan olah raga.Ampuuuun deh bener2 gaya hidup yg tidak patut ditiru...Pantesan aja timbunan lemak udah pada nambah...he..he..Aku harus buru buru Olah Raga apalagi ntar mau tujuh belasan hari Kemerdekaan ..SEMANGAT...MERDEKA...MERDEKA?###%&&*##????
(apa hubungannya ???#???%^@#*&....emang nggak ada hubungannya lageee !!??%^*)